Loading...

Jawa Timur, 2015–Salim Kancil merupakan warga desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Di desanya, Salim Kancil aktif melakukan penolakan terhadap penambangan tambang pasir illegal yang dilakukan Hariyono, Kepala Desa Selok Awar-Awar.

Hariyono terpilih menjadi kepala desa pada tahun 2006. Dua tahun menjabat, Hariyono mulai kreatif mencari uang. Karena Selok merupakan desa tambang pasir, Hariyono pun memungut kutipan kutipan terhadap setiap truk pengangkut pasir. Setiap truk yang lewat dikenai pungutan Rp 15 ribu. Alasannya untuk mengisi kas desa.

Pria berkumis itu lantas melegalkan pungutan dengan menerbitkan peraturan desa. Untuk menjaga pungutan tetap langgeng, Hariyono menggunakan kelompok preman yang dinamai Tim 12. Tim 12 dipimpin oleh Mat Dasir, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Selok Awar Awar. Tim yang disebut ajudan desa itu merupakan bagian dari tim sukses Hariyono saat maju dalam pemilihan kepala desa untuk periode kedua. Seiring waktu, Hariyono makin serakah. Dia tidak hanya mengenakan pungutan terhadap truk pasir, namun juga melakukan penambangan ilegal sendiri. Satu dump truk pasir dihargai Rp 270 ribu.

Oleh karena itu, pada bulan Januari 2015, masyarakat yang menolak aktivitas pertambangan  membuat pernyataan sikap Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Desa Selok Awar – Awar Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang (FKMP Desa Selok Awar Awar). Forum tersebut diinisiasi oleh 12 (dua belas) warga Desa, yaitu Tosan, Iksan Sumar, Ansori, Sapari, Salim/P.Kancil, Abdul Hamid, Turiman, M.Hariyadi, Rosyid, Mohammad Imam, Ridwan, Cokrowidodo RS.  Bentuk penolakan yang mereka lakukan dimulai dari mengirimkan surat kepada Bupati Lumajang sampai dengan menyetop aktivitas penambangan pasir dan penyetopan truck muatan pasir di Balai Desa Selok Awar-Awar.

Karena aksi penolakan tersebut, warga desa yang tergabung dalam FKMP Desa Selok Awar-Awar diancam akan dibunuh oleh tim preman bentukan dari Kepala Desa Selok Awar-Awar.  Selanjutnya para anggota FKMP Desa Selok Awar-Awar mengadukan ancaman tersebut kepada Kepolisian Resor Lumajang. Akan tetapi, Kepolisian Resor Lumajang tidak membantu apa-apa dalam melindungi para anggota forum. Hal tersebut dimanfaatkan oleh para preman suruhan Kepala Desa Selok Awar-Awar.

“Temuan polisi menyebutkan Salim Kancil dikeroyok hingga tewas oleh Mat Dasir dan puluhan orang lainnya atas suruhan Hariyono. Rekan Salim, yaitu Tosan, menderita luka berat dan sempat dirawat di rumah sakit di Malang”

Pada tanggal 26 Desember 2015, preman-preman suruhan Kepala Desa Selok Awar-Awar melakukan penjemputan paksa dan penganiayaan terhadap 2 (dua) anggota FKMP Desa Selok Awar-Awar, yaitu Tosan dan Salim Kancil. Kurang lebih 40 (empat puluh) orang bermotor mendatangi Tosan yang sedang menyebarkan selebaran menolak tambang didepan rumahnnya dan mengeroyok Tosan. Tosan selamat karena ia berpura-pura meninggal sehingga ia ditinggalkan oleh para pengeroyoknya.

Selanjutnya para preman tersebut pergi ke rumah Salim Kancil. Salim Kancil yang saat itu sedang menggendong cucunya di ikat dengan tali rafia dan di bawa ke depan balai desa Selok Awar-Awar. Kemudian, di depan balai desa, Salim Kancil disiksa habis-habisan. Ia disetrum dan dipukul dengan batu yang besar. Pada akhirnya Salim Kancil menghembuskan nafas terakhirnya karena mengalami luka yang sangat parah.

Atas pembunuhan tersebut, 35 (tiga puluh lima) orang ditangkap dan dihadapkan didepan meja hijau. 2 (dua) orang disidang secara terpisah karena masih anak. Pada 23 Juni 2016, Hariyono dan Mat Dasir divonis pidana penjara 20 (duapuluh) tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya. Hariyono didakwa oleh jaksa dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, pasal 338 tentang pembunuhan, dan pasal 170 tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal. Mereka berdua terbukti bersalah sebagai otak dibalik pembunuhan Salim Kancil. Namun demikian, sampai sekarang belum ada putusan yang menyatakan bahwa Hariyono dan Mat Dasir bersalah melakukan pertambangan illegal.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kasus ini bisa melihat dari sumber berikut:

  1. https://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/15/09/29/nvdeah361-ini-kronologi-pembunuhan-sadis-salim-kancil
  2. https://www.rappler.com/indonesia/123798-kesaksian-tosan-sidang-pembunuhan-salim-kancil
  3. https://www.voaindonesia.com/a/pelaku-pembunuh-salim-kancil-divonis-20-tahun-penjara/3388754.html
2018-09-05T15:52:32+00:00