Loading...

Jawa Barat, 2015 – Muhammad Miki merupakan seorang warga biasa di Kampung Kebon Jambe RT. 006/RW. 002 Desa Antajaya Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Namun ia bersama beberapa warga desa lainnya bersama-sama berjuang menentang aktivitas pertambangan yang akan dilakukan oleh PT Gunung Salak Rekanusa (GSR) di Gunung Kandaga.

PT GSR melakukan penambangan galian C di Gunung Kandaga. Namun, karena Gunung Kandaga adalah sumber kehidupan warga, terutama sumber air; kayu hutan; dan lain-lain, Warga Desa Antajaya menentang habis-habisan terhadap aktivitas penambangan tersebut. Penolakan itu dilakukan oleh warga karena ancaman kerusakan lingkungan hidup dan rusaknya sumber air akibat eksploitasi dari perusahaan.

Pada bulan April 2015, Muhammad Miki dan warga desa Antajaya lainnya melakukan demonstrasi penolakan aktivitas tambang PT GSR. Tidak mengindahkan demonstrasi tersebut, PT GSR tetap melanjutkan kegiatan pertambangan mereka. Selanjutnya, pada  bulan Agustus 2015, PT GSR melakukan pemasangan kabel di tanah warga tanpa izin.  Para warga desa Antajaya yang menduga bahwa kabel tersebut akan digunakan PT GSR untuk meledakan gunung, tempat lokasi tambang dilakukan, kemudian mengamankan kabel tersebut dan diserahkan kepada polisi.

Menggunakan alasan tersebut, PT GSR melaporkan Muhammad Miki ke Kepolisian Resor Bogor dengan tuduhan pencurian kabel milik perusahaan. Pada 11 Agustus 2015, Anggota Polres Bogor menangkap dirinya dengan todongan pistol. Muhammad Miki ditangkap karena diduga telah melanggar Pasal 363 dan 170 KUHP, yakni pasal terkait pencurian dan perusakan barang. Tidak hanya mengkriminalisasi Miki, pihak perusahaan terus melakukan intimidasi terhadap warga lainnya yang menolak keberadaan perusahaan di Desa Antajaya.

Oleh karena Muhammad Miki ditangkap tanpa adanya surat penangkapan yang sah, pada bulan Oktober dirinya dibantu oleh Koalisi Tim Advokasi Kriminalisasi mengajukan gugatan praperadilan terhadap Kepolisian Resor Cibinong. Koalisi tersebut terdiri atas LBH Keadilan Bogor Raya (KBR), Walhi, JATAM dan YLBHI. Namun, gugatan ditolak oleh Majelis Hakim Cibinong dengan alasan bahwa berkas perkara Muhammad Miki sudah dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Cibinong.

Karena dirasa penangkapan terhadap Muhammad Miki telah melanggar Hak Asasi Manusia miliknya,  Keluarga Muhammad Miki bersama dengan koalisi tim advokasi kriminalisasi meminta bantuan dari KOMNAS HAM. Yang kemudian ditindak lanjuti dengan KOMNAS HAM melayangkan surat kepada pihak terkait seperti Kepala Kepolisian Resor Bogor untuk menghentikan perkara kasus Muhammad Miki.

Walaupun banyak terdapat kejanggalan dalam penanganan perkara Muhammad Miki, seperti tidak hadirnya anggota Polres Bogor dalam sidang praperadilan dan tindakan Polres Bogor yang “seolah-olah” mempercepat perkara Muhammad Miki agar segera P-21, pada akhirnya ia bisa bernafas lega. Setelah menjalani masa tahanan selama 4 (empat) bulan, Muhammad Miki divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cibinong. Majelis Hakim telah menggugurkan seluruh isi dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum dengan menyatakan bahwa Terdakwa Muhammad Miki tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana Penyertaan dalam Pencurian dengan Pemberatan sebagaimana isi pasal 363 ayat (1) Ke-4 KUHP Jo Pasal 56 Ke-2 KUHP.

“mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan pencurian diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun”

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kasus kriminalisasi Muhammad Miki, bisa dilihat dari:

  1. http://www.heibogor.com/post/detail/27179/sidang-praperadilan-ditunda-pendukung-muhammad-miki-kecewa/#.W1WStdgzbsE
  2. http://transbogor.co/read/6502/04/12/2015/aktivis-tambang-tanjungsari-bebas-dari-tuntutan-jaksa-penuntut-umum
  3. http://bogor-kita.com/pn-cibinong-vonis-bebas-aktivis-lingkungan/
  4. http://satukeadilan.org/aktivitas/siaran-pers/ysk-putusan-bebas-majelis-hakim-terhadap-muhammad-miki/
  5. https://www.jatam.org/2015/09/04/stop-kriminalisasi-aktivis-lingkungan-hidup-dan-segera-bebaskan-saudara-muhamad-miki/
2018-09-05T18:07:31+00:00